Ijinkanlah aku menciummu satu kali saja
Ijinkanlah aku menciummu satu kali saja. Ini dari lubuk hatiku yang paling dalam. Bukan cinta, bukan komitmen. Hanya satu kali saja kecupan dari bibirmu, sudah lebih dari cukup untukku.
Aku tidak bisa tidur lelap tanpa dihiasi mimpi-mimpi tentangmu. Semua tentang bagaimana aku menciummu, atau kau menciumku. Tidak pernah tentang masa depan kita bersama, hidup bahagia sampai akhir zaman. Sederhana saja. Aku menciummu, atau sebaliknya. Apakah itu berlebihan?
Entah sejak kapan keinginan ini bersemayam dalam benakku. Semakin lama, ia semakin tak terkendali. Seperti kanker yang terus membesar. Menggerogoti semua akal sehatku. Melupakan fakta bahwa kita sekedar teman biasa, tidak lebih. Melupakan bahwa kita memang tidak pernah dekat. Lalu kenapa? Kenapa keinginan ini begitu meraja, sehingga aku otomatis melakukan apa-apa tanpa berpikir. Karena pikiranku selalu melayang membayangkanmu. Membayangkan seperti apakah rasa bibirmu. Kecupanmu. Apakah seindah dalam mimpi-mimpiku?
Haruskah aku ungkapkan keinginan gilaku ini kepadamu? Apakah kau akan marah dan mengatakan aku tidak waras. Aku tidak ingin kau berubah memusuhiku, apabila suatu saat aku mendekatimu dan mengatakan begitu saja bahwa aku amat sangat ingin menciummu. Ataukah kau akan berkata bahwa kau juga bermimpi setiap malam di mana kau menciumku atau aku menciummu. Mungkinkah?
Katakan apa yang harus kulakukan? Semalam saat aku melihatmu di seberang ruangan, berjalan bersama istrimu di tengah banyak orang. Aku hanya melihatmu, tidak yang lain, seakan seorang gadis dimabuk cinta pertama kali dalam hidupnya, hanya melihat pemuda pujaan hatinya. Hanya sekilas, dan ia tahu bahwa sang pujaan ada di sana, membuat detak jantung semakin cepat, membuat perasaan tak menentu, membuat kaki terasa lemas. Padahal aku tidak jatuh cinta... Aku hanya ingin menciummu. Satu kali saja. Bolehkah?
<Dedicated to someone that keep on buggin' me through dreams from time to time>
Posted at 01:39 pm by
oesyil
Permalink